Kegiatan Belajar 2 Pembelajaran Pengubinan, Sistem Koordinat, dan Pencerminan

Pembelajaran Pengubinan

Daerah segibanyak adalah gabungan antara segibanyak dan daerah didalamnya. Penyusunan daerah-daerah segibanyak yang sisi-sisinya berimpit sehingga menutup bidang secara sempurna (tidak ada bagian yang tidak tertutup) dinamakan pengubinan. Gambar-gambar berikut ini menunjukkan pengubinan dengan segitiga-segitiga siku-siku dan pengubinan dengan segitiga sama kaki

Pembelajaran Sistem Koordinat

Pembelajaran sistem koordinat dapat dimulai dengan sebuah permainan. Misalnya seorang siswa ditutup matanya, kemudian diminta untuk mencari satu buah apel yang ditempatkan di suatu tempat di depan ruang kelas. Untuk dapat memperoleh buah apel itu ia harus mengikuti perintah dari seorang temannya. Teman itu akan memberi perintah berupa melangkah ke kanan dua langkah, belok ke kiri satu langkah, dan seterusnya sampai buah apel itu diperoleh. Permainan ini akan membantu siswa memahami posisi atau koordinat di dalam sistem koordinat bidang.

Pembelajaran Pencerminan

Tanyakan kepada siswa jika kita menghadap cermin sambil tersenyum, apakah bayangan kita di dalam cermin itu juga tersenyum? Jika kita sambil mengangkat tangan, apakah bayangan kita di dalam cermin itu juga mengangkat tangan? Apakah bayangan kita yang ada dicermin itu mempunyai bentuk dan ukuran yang sama dengan kita yang menghadap cermin itu? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu sangat penting diajukan kepada siswa pada saat kita akan memulai pembelajaran pencerminan. Bayangan yang ada pada cermin pada saat kita berada di depan cermin itu mempunyai bentuk dan ukuran yang sama (kongruen) dengan diri kita yang berada di depan cermin itu

Rangkuman

  1. Pengubinan adalah proses menutup suatu daerah dengan ubin tanpa ada celah diantaranya dan tanpa tupang tindih. Ubin yang digunakan untuk menutup daerah dapat berupa bangun-bangun segibanyak tertentu.
  2. Sebuah titik C (a, b) dibaca titik C dengan koordinat (a, b). Bilangan a menunjukkan posisi suatu titik dari titik pangkal mengikuti sumbu horisontal. Jika a positif maka titik itu di sebelah kanan titik pangkal, dan jika a negatif maka titik itu di sebelah kiri titik pangkal. Bilangan b menunjukkan posisi suatu titik dari titik pangkal mengikuti sumbu vertikal. Jika b positif maka titik itu di sebelah atas titik pangkal, dan jika a negatif maka titik itu di sebelah bawah titik pangkal.
  3. Suatu benda yang berada di depan cermin menghasilkan bayangan yang mempunyai bentuk dan ukuran yang sama (kongruen) dengan benda itu.

Jika titik A dicerminkan terhadap garis p, maka Jarak titik A terhadap garis p sama dengan jarak bayangan bayangan A (yaitu A1) itu terhadap garis p

Download File Lengkap Format PDF

Tinggalkan Komentar