Pembelajaran Bangun Ruang | Bahan belajar mandiri ini menyajikan pembelajaran bangun-bangun ruang dan dibagi menjadi dua kegiatan belajar. Kegiatan belajar 1 membahas tentang pembelajaran mengenal beberapa bangun ruang sederhana dan sifat-sifatnya. Kegiatan belajar 2 membahas tentang pembelajaran menggambar beberapa bangun ruang sederhana dan  membuat jaring-jaringnya, khususnya jaring-jaring kubus, balok, dan tabung.

Karena materi ini diajarkan di tingkat sekolah dasar, dan agar anda (guru dan calon guru SD) dapat menyelenggarakan pembelajarannya dengan baik, anda  mutlak harus menguasai materi ini dan mampu memilih pendekatan yang tepat dalam menyelenggarakan pembelajarannya. Disamping itu, agar pembelajaran lebih bermakna, usahakan kaitkan materi ini dengan kejadian-kejadian dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai acuan utama penulisan bahan belajar madiri ini adalah: (1) kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk sekolah dasar, dan (2) buku karangan Billstein,

Liberskind, dan Lot (1993), A Problem Solving Approach to Mathematics for Elemtary School Teachers. Sedangkan sebagai rujukan tambahan penulisan bahan belajar mandiri ini adalah buku-buku matematika SD yang beredar di pasaran, khususnya tentang pengenalan beberapa bangun ruang sederhana dan sifat-sifatnya, serta tentang jaring-jaring kubus, balok, dan tabung.

Setelah mempelajari dan mengerjakan latihan-latihan yang ada pada bahan belajar mandiri ini, anda diharapkan dapat:

  1. Menjelaskan cara mengelompokkan berbagai bangun ruang sederhana yang meliputibalok, prisma, tabung, bola, dan kerucut.
  2. Merancang pembelajaran pengenalan bangun ruang sederhana untuk siswa SD kelasrendah sesuai dengan KTSP SD.
  3. Menyelenggarakan pembelajaran bangun ruang sederhana di SD kelas rendahdengan menggunakan pendekatan yang sesuai.
  4. Melakukan evaluasi hasil belajar siswa tentang bangun ruang sederhana di SD kelasrendah.
  5. Menjelaskan cara menentukan sifat-sifat beberapa bangun ruang sederhana.
  6. Merancang pembelajaran sifat-sifat beberapa bangun ruang sederhana sesuaidengan KTSP SD.
  7. Menyelenggarakan pembelajaran sifat-sifat beberapa bangun ruang sederhanadengan menggunakan pendekatan yang sesuai.
  8. Melakukan evaluasi hasil belajar siswa tentang sifat-sifat beberapa bangun ruangsederhana.
  9. Menjelaskan cara menggambar kubus, balok, prisma segitiga, tabung, dan kerucut.
  10. Merancang pembelajaran tentang menggambar kubus, balok, prisma segitiga, tabung, dan kerucut.
  11. Menyelenggarakan pembelajaran tentang menggambar kubus, balok, prisma segitiga, tabung, dan kerucut.
  12. 12.Melakukan evaluasi hasil belajar siswa tentang menggambar kubus, balok, prisma segitiga, tabung, dan kerucut
  13. Menjelaskan cara menentukan jaring-jaring kubus, balok, dan tabung.
  14. Merancang pembelajaran tentang jaring-jaring kubus, balok, dan tabung sesuai dengan KTSP SD.

Pembelajaran Mengenal Kubus, Balok, Prisma, Tabung, dan Kerucut.

Siswa SD pada umumnya (mungkin saja semuanya) telah mengenal bangun-bangun ruang yang ada di sekitar mereka. Mereka telah mengenal kotak kue, batu bata, kotak tempat mainan, atau cokelat yang berbentuk sebagai bangun ruang tertentu. Pengenalan terhadap bangun-bangun itu sangat bermanfaat untuk membawa siswa memahami lebih lanjut tentang konsep bangun-bangun ruang. Kotak kue, batu bata, dan kotak mainan berbentuk bangun ruang balok, sedangkan cokelat banyak yang berbentuk prisma segitiga.

Sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SD, pengenalan bangun ruang sederhana diberikan di kelas 1 semester 1. Bangun ruang sederhana yang harus dikenalkan kepada mereka adalah kubus, balok, prisma, tabung, bola, dan kerucut. Untuk mengenalkan bangun-bangun ruang itu, para guru sangat disarankan untuk memberikan pengalaman nyata sebanyak-banyaknya kepada siswa. Untuk itu guru perlu menyiapkan cukup banyak benda ruang untuk setiap jenisnya sebelum ia mulai menyelenggarakan pembelajaran. Benda-benda ruang itu dibuat dalam beberapa paket, setiap paket terdiri dari benda-benda berbentuk balok 5 buah (termasuk kubus), 3 buah prisma, 3 buah tabung, 3 buah bola, dan 2 buah kerucut. Usahakan setiap jenis terdiri dari berbagai ukuran.  Setelah benda-benda itu disiapkan, mulailah guru mengenalkan benda-benda ruang itu kepada siswa. Salah satu cara mengenalkan benda-benda itu adalah sebagai berikut:

  1. Mintalah siswa untuk bergabung dalam kelompoknya (sekaligus melatih untuk belajarberkelompok).
  2. Berikan setiap kelompok satu paket benda yang terdiri dari benda berbentuk balok(termasuk kubus) 5 buah, 3 buah prisma, 3 buah tabung, 3 buah bola, dan 2 buah kerucut.
  3. Mintalah mereka mengelompokkan benda-benda itu menjadi 5 kelompok.Pada saat siswa bekerja, guru mengamatinya dan memberikan bimbingan seperlunya (jangan langsung menunjukkan, tetapi dipancing dengan pertanyaanpertanyaan yang mengarah) sehingga mengelompokkan benda yang dikerjakan oleh siswa itu berdasarkan kesamaan bentuknya.
  4. Setelah siswa selesai mengelompokkan benda-benda itu, tanyakan kepada mereka,mengapa mereka mengelompokkannya seperti itu.
  5. Bimbnglah siswa agar sampai pada jawaban bahwa pengelompokan itu karena bentuknya sama, bukan karena besarnya, bukan karena bagusnya, atau bukan karena warnanya.
  6. Tunjukkan kepada siswa satu benda berbentuk kubus. Mintalah siswa untukmengamati benda di depan mejanya yang bentuknya sama dengan benda yang guru tunjukkan. Katakan kepada para siswa bahwa bentukbenda yang ditunjukkan oleh guru itu disebut balok. Tanyakan lagi kepada siswa, apa bentuk benda yang ditunjukkan guru tadi.
  7. Dengan cara yang serupa, tunjukkan kepada siswa satu benda berbentuk balok.Mintalah siswa untuk mengamati benda di depan mejanya yang bentuknya sama dengan yang guru tunjukkan. Katakan kepada para siswa bahwa benda yang ditunjukkan oleh guru itu berbentuk balok Tanyakan lagi kepada siswa, apa bentuk benda yang ditunjukkan guru tadi.
  8. Ulangi kegiatan seperti pada nomor 5 dan 6 untuk bangun prisma segitiga, tabung,bola, dan kerucut.
  9. Setelah kegiatan mengenal beberapa bangun ruang dengan menggunakan bendabenda kongrit, Berikan setiap kelompok siswa 1 lembar LKS yang berisi gambargambar bangun ruang dan bagian titik-titik yang harus ditulis nama bangun ruang itu oleh siswa (usahakan gambarnya yang menarik, supaya siswa senang belajar matematika!).

Untuk membawa siswa memahami sifat bangun-bangun ruang sederhana, salah satu caran membawa siswa memahami sifat bangun-bangun datar sederhana ini adalah hampir sama dengan mengenalkan beberapa bangun ruang yang baru dibahas, hanya ada modifikasi di beberapa bagian. Materi ini disajikan di kelas tinggi, untuk itu kita akan mencoba dengan pendekatan yang sedikit berbeda.

Pembelajaran Sifat-Sifat Beberapa Bangun Ruang Sederhana

Kita akan mulai dengan salah satu alternatif model pembelajaran tentang identifikasi sifat balok khusus (kubus). Sebelum mulai pembelajaran, siapkan satu paket benda ruang yang terdiri dari 2 bangun kubus, 2 bangun balok (bukan kubus), dan 2 bangun prisma segitiga. Kemudian perhatikan langkah-langkah berikut:

  1. Tunjukkan kepada siswa 1 bangun kubus dan katakan kepada siswa bahwa bangunkubus ini akan diletakkan di meja guru sebelah kiri dan kemudian bapak / ibu guru meletakkannya.
  2. Tunjukkan kepada siswa 1 bangun prisma segitiga dan katakan kepada siswa bahwabangun prisma ini akan diletakkan di meja guru sebelah kanan dan kemudian guru meletakkannya. Tanyakan kepada siswa mengapa guru meletakkan benda itu di sebelah kanan. Mungkin siswa menjawab karena banyaknya rusuk benda terakhir berbeda dengan yang benda pertama pertama (kata “rusuk” sebelumnya sudah dikenal siswa). Jika jawabannya seperti itu, tanyakan lagi oleh guru berapa banyak rusuk pada prisma segitiga ini dan berapa banyak rusuk pada kubus. Siswa membilang rusuk-rusuk itu dan mengatakan ada 9 rusuk pada bangun prisma segitiga dan 12 rusuk pada bangun kubus.
  3. Tunjukkan kepada siswa 1 bangun prisma lagi dan tanyakan kepada siswa di manabenda ini harus diletakkan dan mengapa. Siswa akan menjawab bahwa benda itu harus diletakkan di sebelah kanan karena banyak rusuknya tidak sama dengan 12. Kemudian guru membenarkan dan meletakkan rangka prisma itu di sebelah kanan..
  4. Tunjukkan kepada siswa 1 bangun balok dan tanyakan kepada siswa di mana bangunini harus diletakkan dan mengapa. Siswa akan menjawab bahwa bangun ini harus diletakkan di sebelah kiri karena banyak rusuknya sama dengan 12. Guru tidak membenarkan jawaban siswa. Katakan kepada siswa, meskipun banyak rusuknya 12, tetapi bangun ini harus diletakkan di sebelah kanan. Kemudian tanyakan kepada mereka mengapa guru meletakkannya di sebelah kiri. Di sini mungkin siswa sedikit terkejut, tetapi setelah itu mereka akan menjawab bahwa guru meletakkan bangun itu di sebelah kanan karena pada bangun itu panjang rusuk-rusuknya tidak sama.
  5. Tanyakan kepada siswa apa bedanya antara bangun di sebelah kiri dan sebelahkanan. Mungkin ada siswa yang mengatakan bahwa yang sebelah kiri mempunyai 12 rusuk dan setiap rusuk mempunyai panjang yang sama; sedangkan bangun yang disebelah kanan hanya banyaknya rusuk 12 atau panjang rusuknya saja yang sama. Jika tidak ada siswa yang menjawab seperti itu, bimbinglah mereka agar jawaban siswa sampai pada banyaknya rusuk 12 dan panjang rusuk-rusuknya sama.

Pendekatan pembelajaran ini hanya baru sebuah contoh bagaimana melibatkan siswa secara aktif dalam membangun pemahamannya terhadap ciri-ciri suatu bangun ruang, khususnya kubus. Agar pemahaman siswa terhadap ciri-ciri bangun ruang lebih baik lagi, anda direkomandasikan untuk menggunakan bangun-bangun ruang berupa rangka-rangkanya saja. Dengan menggunakan rangka, siswa akan lebih jelas melihat rusuk-rusuknya. Rangka-rangka ini dapat dibuat dari kawat

Download File Lengkap Format PDF

Tinggalkan Komentar