Hai,pada kesempatan kali ini saya akan sedikit mengulas tentang salah satu metode pembelajaran yang sering digunakan dalam proses pembelajaran yaitu metode pembelajaran jigsaw. Metode ini sering kali di gunakan karena mendorong siswa aktif dan saling membantu dalam menguasai materi.

Metode Pembelajaran Jigsaw merupakan salah satu tipe pembelajaran aktif yang terdiri dari kelompok belajar heterogen yang beranggotakan 4-5 orang yang disebut kelompok inti. Setiap angggota kelompok (kelompok inti) memiliki tanggung jawab masing-masing atas penguasaan bagian materi belajar serta di tuntut mampu mengajarkan bagian tersebut ke pada anggota kelompoknya. Namun sebelumnya anggota kelompok akan berkumpul dengan anggota kelompok lain yang mempunyai bagian materi yang sama dalam hal ini mereka disebut kelompok ahli.

Metode ini di kembangkan dan diuji coba oleh Elliot Aronson dan teman-temannya di Universitas Texas dan kemudian diadaptasi oleh Salvin dan teman-temannya di Universitas Jhon Hopkins. Tujuan dari metode jigsaw ialah untuk melatih siswa agar dapat berdiskusi dan bertanggung jawab secara individu. Pembelajaran ini termasuk menganut pada teori kognitif Jean Pieget dan teori konstruktivisme.

Dalam pelaksanaannya metode pembelajaran jigsaw dapat di laksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Pilih materi pembelajaran yang dapat di bagi menjadi beberapa bagian.
2. Sebelum bahan pelajaran di berikan pengajar memberikan pengenalan mengenai topik yang akan di bahas dalam pembelajaran untuk hari ini.Hal ini untuk mengetahui pengetahuan awal siswa terakit materi yag akan di pelajari.
3. Bagi siswa menjadi beberapa kelompok asal/inti,setiap anggota kelompok inti mempunyai bagian materi yang berbeda.
4. Kelompokkan siswa yang mendapat materi sama kedalam kelompok ahli.
5. Siswa bersama kelompok ahli membaca dan memecahkan masalah secara bersama-sama.
6. Anggota kelompok ahli kembali ke kelompok inti untuk menyampaikan hasil pemecahan masalah di kelompok ahli kepada seluruh anggota kelompok inti.
7.Setelah selesai pembelajaran guru dapat melakukan tes untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa.

Setiap penggunaan suatu metode di dalam proses belajar mengajar tentu mengharapkan untuk tercapainya tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan . Namun masing-masing metode memiliki kelebihan serta kelemahan yang berbeda.Metode pembelajaran jigsaw sendiri memiliki kelebihan antara lain:
1.membiasakan anak untuk bergaul dengan teman-temannya,bagaimana anak mengemukkan dan menerima pendapat dari temannya.
2.Meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya.
3. Menerima keragaman dan menjalin hubungan sosial yang baik dalam hubungan belajar.
4.Meningkatkan kerja sama untuk mempelajari materi yang ditugaskan.

Disamping memiliki kelebihan tidak dipungkiri bahwa jigsaw juga memiliki beberapa kelemahan yang harus di perhatikan agar tidak mengganggu proses belajar . Kelemahan yang dimiliki oleh metode jigsaw adalah:
1. Guru perlu memberi stimulus kepada kelompok agar proses pelaksanaan diskusi tidak macet atau malah tidak dapat aktif sama sekali.
2.Siswa yang memiliki kemampuan kurang akan mengalami kesulitan saat ditunjuk sebagai ahli.
3. Membutuhkan waktu yang lama, apabila penataan ruang yang belum terkondisi
4. Siswa yang aktif akan cenderung mendominasi diskusi

Selain memperhatikan kelebihan dan kekurangan suatu metode,guru juga harus memperhatikan serta memahami faktor yang menunjang keberhasilan metode yang di gunakan. Hal ini berguna untuk meminimalkan terjadinya kesalahan yang mengakibatkan pembelajaran tidak menarik bagi siswa. Metode pembelajaran jigsaw sendiri memiliki beberapa faktor keberhasilan dalam penerapan metode pembelajarannya
1. Positive interdepence
Setiap anggota kelompok harus memiliki rasa ketergantungan satu sama lain yang dapat menguntungkan dan merugikan kelompok lainya.
2.Individual accountabilty
Setiap anggota kelompok harus memiliki tanggung jawab atas materi yang di dapat untuk kemajuan proses belajar seluruh anggota termasuk dirinya sendiri.
3. Face to face promotive interaction
anggota kelompok melakukan interaksi tatap muka yang mencakup diskusi dan elaborasi.
4. Social skills
Setiap anggota kelompok harus mememiliki kemampuan bersosialisasi dengan anggota lainnya sehingga pemaham materi dapat di dapat secara kolektif
5.Group processing and Reflection
kelompok harus melakukan evaluasi terhadap proses belajar untuk meningkatkan kinerja kelompok.

oke saya rasa membahasan tentang metode pembelajaran jigsaw cukup sampai disini, penjabaran saya di atas jauh dari kata sempurna untuk itu silahkan memberikan kritik serta saran yag membangun di kolom komentar.

Sumber : Walgito Bimo .2002.Pengantar Psikologi Umum.Yogyakarta:Andi Offset
Salvin E,Robert.2005.Cooperative Learning.Bandung:Nusa Media.
Djamarah,Bahri Syaiful.2010.Guru dan Anak Didik dalam Interaski Edukatif,Suatu Pendekatan Teoritis Psikologis.Jakarta:Rineka Cipta

Tinggalkan Komentar